Salah Perhitungan Dalam Berbisnis - Blog Penerbit Anlitera :: Jagonya Cetak Buku Murah Book Paper

Salah Perhitungan Dalam Berbisnis

IT Oleh : Luqman Abdurrahman Shaleh . Curhatan teman sejawat yang salah dalam mengambil keputusan dan tergiur dengan keuntungan berlip...

IT
Oleh : Luqman Abdurrahman Shaleh
.
Curhatan teman sejawat yang salah dalam mengambil keputusan dan tergiur dengan keuntungan berlipat ganda. Ketika pada saat itu dia berani ambil resiko dalam berbisnis dan memiliki sikap optimis bahwa hingga masa tua hidupnya pasti akan bahagia.
.
Singkat cerita, teman saya saat itu memiliki bisnis warnet (warung internet). Belum ada smartphone, belum ada android, intinya jika ingin mengakses beberapa situs maka warnet lah jawabannya. Geliat muda-mudi datang ke warnet sangatlah banyak. Demi memenuhi tugas sekolah, atau ingin segera melek IT, atau hanya sekedar bermedia sosial. Warnet full! Bahkan sampai penuh-penuh.
.
Rela berhutang ratusan juta karena yakin bisnis ini pasti terus berjalan. Ternyata eh ternyata, tidak sejalan apa yang diharapkan. Arus perkembangan teknologi begitu derasnya. Dan keadaan ekonomi masyarakat Indonesia kian naik. Sehingga mampu membeli barang-barang IT untuk mengakses situs internet.
.
Teman saya bingung bukan kepalang. Tidak sampai setahun, modal belum balik, mau dikemanain nih komputer? Siapa yang mau beli? Sedangkan laptop sudah begitu liarnya bermunculan dengan beragam kelebihan dan fitur canggihnya.
.
Solusinya jelas perangkat komputer dijual dengan harga sangat murah. Jika memaksa mematok harga mahal, tidak akan ada yang beli. Jangan berbicara untung, modal pun belum juga kembali sepenuhnya. Akhirnya teman saya pun beralih ke bisnis laundry dan berjualan bakso di suatu ruko.
.
Apa yang bisa kita petik dari hal ini? Ketika memilih untuk berbisnis dengan IT, harus benar-benar sigap menerima perubahan. Ketika tak kunjung belajar dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi, maka dengan cepat ditinggalkan oleh konsumen. Masih inget Nokia? Zaman itu hanya orang kelas menengah keatas yang mampu membelinya. Ketika Nokia diminta untuk menerapkan fitur canggih, ia tidak mau. Alhasil, sekarang adik-adik kita pun tak tahu apa itu Nokia.
Disqus

Our Partners

Selama lima tahun, kami sudah bekerjasama dengan berbagai instansi, komunitas, maupun lembaga. Kepercayaan mereka adalah prioritas bagi kami.

  • Professionally Book Publisher
  • Melayani dengan ikhlas dan sepenuh hati kepada customer.
  • Proses pengerjaan naskah yang cepat tanpa menunggu lama.
  • Pengiriman tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan.